XL Tidak Memonopoli Pasar Terkait Aturan Hard Clusterisasi

Hard cluster XL Sejumlah tantangan menghadang bisnis telekomunikasi di Indonesia di masa mendatang. Prediksi itu disampaikan VP Region XL Jabodetabek (PT XL Axiata Tbk) Dedi Sirath saat berkunjung ke kantor redaksi INDOPOS (JPNN Group) di Graha Pena Jakarta,. Tantangan bisnis paling riil adalah perang tarif, antisipasi perkembangan teknologi, investasi, dan pembangunan infrastruktur (equipment). “Seputar wacana perang tarif antaroperator, misalnya,  yang diuntungkan sebenarnya adalah pelanggan,” kata Dedi saat bertandang ke redaksi INDOPOS  di Graha Pena Jakarta. Dedi menjelaskan,  operator saat ini sedang memberikan pelayanan lebih kepada pelanggannya. “Kami memberikan paket-paket dan konten menarik untuk para pelanggan,” lanjutnya. Saat ini XL, lanjut Dedi, berada pada posisi kedua di antara operator telekomunikasi lainnya di Indonesia. Tarifnya berkisar Rp 25 per menit.

Hard cluster XL Menurut Dedi, meski tarif murah, perusahaan telekomunikasi harus meningkatkan kualitas jaringan, menambah infrastrukturnya seperti menara BTS,  termasuk networking. “Semakin tinggi pelanggan, semakin besar biaya operasionalnya,” katanya. Biaya operasional, kata Dedi, menghabiskan sedikitnya 2/3 dari capital expenditure perusahaan per tahun. “Investasi untuk BTS minimal Rp 4-5 miliar,” ujar Dedi. Beberapa operator telekomunikasi bahkan menyewakan menara BTS nya kepada operator lain. Dedi sempat meluruskan isu di masyarakat bahwa XL memonopoli pasar terkait aturan hard clusterisasi (peraturan yang membatasi pengisian pulsa digital/ elektrik yang ditetapkan XL sejak April 2011), penyedia server pulsa hanya bisa menjual di wilayah tempat mereka berada, tidak bisa di wilayah lain. “Itu bertujuan bukan untuk monopoli tetapi agar tiap kluster bisa mengembangkan dirinya, justru aturan ini bisa mencegah monopoli dan mengembangkan dealer kecil,” tutupnya. Dedi juga menambahkan,  perusahaan telekomunikasi harus update teknologi meskipun tidak semua pelanggannya menggunakan teknologi terbaru tersebut. Saat ini, misalnya, sudah dikembangkan teknologi 4G padahal tidak semua masyarakat Indonesia menggunakan teknologi 3G. “Kita terus update padahal costnya sangat mahal, tetapi itulah risikonya untuk perusahaan telekomunikasi agar tetap eksis di pelataran bisnis tersebut,” katanya.

Nama Counter : www.jpnn com/read/2011/07/08/97452 

Kembali

Rek.Bank

Bank Mandiri
139-00-1051208-9

Bank BNI
019-4127-774

Bank BCA
046-1073-408

Bank BRI
0077-01-009130-53-0

Bank Syariah Mandiri
1-777-038-456

Semua an. Dwi Sartika

Kontak Kami

0821-3834-7789
(WhatsApp / Telegram)
0281-640-860
(Telp.Kantor)

 

Email:
admin@voucher-pulsa.net
Google+

Alamat:

UD. MAKMUR MANDIRI
Jln. Pekih No.290 Sokanegara
Purwokerto JAWA TENGAH-53115

Copyright © 2009