Telkomsel Boleh Kuasai Asalkan Tidak Menyalahgunakan Pasar

Persaingan jasa telekomunikasi di luar Pulau Jawa terus mendapat sorotan serius. Tudingan dominasi salah satu operator, yang dinilai berpotensi memunculkan market abuse, akan diinvestigasi oleh regulator terkait.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Komite Bidang Hukum Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) I Ketut Prihadi Kresna, untuk PT Telkomsel. Dia menilai wajar jika operator dengan warna khas merah ini mendominasi pasar.

Operator Indosat Ooredoo yang gusar dengan dominasi Telkomsel di luar Jawa sudah mengirimkan aduan ke BRTI. Dalam surat aduannya, Indosat menyeret Telkom, induk Telkomsel, dan menuding telah diskriminasi dalam penyewaan jaringan.

Terkait posisi dominan Telkomsel, terutama di luar Pulau Jawa, dia menyebut memang menjadi perhatian khusus pemerintah, terutama BRTI dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Kedua lembaga ini dikabarkan sedang menginvestigasi secara intensif masalah tersebut.

“Sekarang sedang diinvestigasi oleh KPPU,” ujarnya.Ketut mengatakan, sama seperti KPPU, BRTI juga tengah mempelajari masalah dominasi ini. Jawaban dari Telkom akan ditindaklanjuti.

Ketut mengakui adanya dominasi yang terbentuk secara alami oleh operator Telkomsel itu karena sudah sejak lama Telkom membangun jaringan dengan dana dari pemerintah. Telkomsel sebagai anak perusahaan yang bergerak di ranah selular menggunakan infrastruktur induknya.

Menurut dia, hal tersebut tidak menjadi masalah asal Telkom menggunakan posisi tersebut dengan bijak, tak ada perlakuan sewenang-wenang terhadap pasar yang didasari dominasi.

“Sepanjang Telkom tidak menggunakan posisi dominannya untuk menyalahgunakan pasar” tutur Ketut.

Terkait tarif telepon Telkomsel yang mahal, khususnya di bagian Indonesia Timur, dia melihat ada unsur-unsur yang perlu dijadikan pertimbangan. Misalnya, biaya pembangunan infrastruktur semacam kabel bawah laut dan menara di Indonesia Timur yang memang lebih mahal.

Dia menjamin terkait masalah dominasi akibat regulasi, tidak ada keberpihakan pemerintah terhadap operator telekomunikasi tertentu. Semuanya telah jelas pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang persaingan usaha.

“Peraturan spesifik memang tidak ada. Tapi terkait perizinan, interkoneksi, dan sewa jaringan, semua aturan fair tidak memihak operator mana pun. Apabila ada yang melanggar, akan diperingatkan dan diberi sanksi,” tuturnya.

Ke depan, Ketut memberikan proyeksi formulasi aturan untuk penyetaraan tarif. Khususnya layanan voice dan SMS operator. Berkaca pada pengalaman sebelumnya, yakni tarif data, dia mengatakan Telkomsel telah bersedia menurunkan tarif usai dilakukan rasio perbandingan biaya paket data oleh pemerintah.

Sementara, untuk tarif telepon dan SMS, dia menjelaskan pihaknya akan mengumpulkan data dari Indonesia bagian barat hingga timur. “Yang bisa dilakukan pemerintah adalah dengan melihat rasio perbandingan dari Indonesia Barat, Tengah, dan Timur. Kami sedang menghitung dulu angkanya, akan ada aturan baru untuk itu, sedang difinalisasi. Belum selesai, akan ada ketentuan menyatakan perbedaan tarif sesama operator dan antar-operator itu maksimal berapa,” urai Ketut.

BRTI akan menghitung angkanya dan nantinya akan dikeluarkan aturan baru. Dia menjelaskan akan ada ketentuan yang mengatur besaran maksimal beda tarif sesama operator dan antar operator.

Sebelumnya, BRTI telah meminta klarifikasi dari Telkomsel dan Indosat mengenai monopoli pasar Luar Jawa yang dilakukan Telkomsel. Telkomsel sudah menanggapi surat aduan resmi dari Indosat dan dalam surat aduan Indosat, mereka menyeret Telkom.

“Telkomsel sudah menanggapi, tapi kami masih perlu untuk menyurati Telkom untuk dimintakan tanggapannya juga. Jika Telkom nanti sudah menanggapi, baru BRTI akan menindaklanjutinya melalui fungsi pengawasan dan pengendalian,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, investigasi yang dilakukan BRTI dan KPPU berawal dari desakan sejumlah penggiat telekomunikasi dan pengamat kebijakan publik yang menyoroti dominasi Telkomsel di luar Pulau Jawa. “Dari dulu saya sudah ingatkan kemungkinan adanya dominasi operator, tapi pemerintah tak kunjung ada aksi konkret,” kata pengamat kebijakan publik Agus Pambagio.

Nama Counter : admin Telkomsel Kuasai Pasar 

Kembali

Rek.Bank

Bank Mandiri
139-00-1051208-9

Bank BNI
019-4127-774

Bank BCA
046-1073-408

Bank BRI
0077-01-009130-53-0

Bank Syariah Mandiri
1-777-038-456

Semua an. Dwi Sartika

Kontak Kami

0821-3834-7789
(WhatsApp / Telegram)
0281-640-860
(Telp.Kantor)

 

Email:
admin@voucher-pulsa.net
Google+

Alamat:

UD. MAKMUR MANDIRI
Jln. Pekih No.290 Sokanegara
Purwokerto JAWA TENGAH-53115

Copyright © 2009