Strategi Smartfren Pengganti Paket True Unlimited

Paket data dengan bonus kuota 4G jumbo jadi “seksi” akhir-akhir ini. Indosat memulai tren itu dengan meluncurkan paket Combo Freedom berbonus 4G hingga 10 GB, dengan tarif Rp 199.000.

Seakan tak mau kalah, pekan lalu XL merilis paket serupa tapi tak sama. Bertajuk Combo Xtra, paket Rp 239.000 itu menawarkan bonus kuota 4G hingga 40 GB.

Di tengah ketatnya persaingan dua operator, Smartfren justru mencabut paket True Unlimited dengan tarif Rp 75.000. Operator tersebut menggantinya dengan paket 4G berkuota 30 GB tanpa bonus, seharga Rp 300.000.

Bagi sebagian orang, tarif baru Smartfren tentu tak semenggiurkan tawaran XL atau Indosat. Meski begitu, Chief Brand Officer Smartfren Roberto Saputra menegaskan pihaknya tak berniat mengikuti tren operator lain, ataupun menghadirkan kembali paket 4G True Unlimited.

Menurut dia, ketika meluncurkan paket True Unlimited tahun lalu, Smartfren bertujuan menumpas ketakutan masyarakat akan mahalnya jaringan 4G. Tapi paket itu tak bisa diberlakukan terus-menerus karena tak menguntungkan dari segi bisnis.

Diungkapkannya ada dua pilihan yang tersedia yakni memperpanjang atau menghentikan, tapi untuk sementara yang condong dipilih adalah pilihan kedua.

Langkah selanjutnya yang bakal dilakukan adalah mempersiapkan paket baru sebagai pengganti “Paket True Unlimited” Smartfren.

Skenario yang sempat dipertimbangkan adalah menerapkan FUP atau fair usage policy, kebijakan ini memungkinkan pengguna berselancar di internet tanpa batas, tapi dengan kecepatan akses yang dipangkas bila konsumsi data melewati batas tertentu.

Menurut Roberto, setelah meminta masukan dari para pengguna, skenario di atas tidak digunakan. Smarftren lebih memilih untuk mempersiapkan paket dengan kuota data yang diharapkan bisa menarik minat.

“Saya pastikan para pengguna tetap mendapatkan untung dengan menggunakan paket tersebut. Sosialisasi akan segera dilakukan,” ujar Roberto.

Paket True Unlimited sendiri memungkinkan pengguna ponsel dengan jaringan selular Smartfren untuk bisa menggunakan internet tanpa ada batas waktu atau kuota data.

Untuk pengguna ponsel pintar dengan merek sendiri dari Smartfren, Andromax, pelanggan bisa memperoleh paket ini hanya dengan Rp 75.000 per bulan sementara pengguna dengan ponsel lainnya dikenai harga empat kali lipat.

Menurut laporan Smartfren, pengguna 4G di jaringannya mencapai 1,4 juta jiwa pada kuartal IV tahun 2015 dari total pelanggan sebanyak 12 juta jiwa.

Dari para pengguna 4G, Roberto mengungkapkan bahwa jumlah pengguna paket True Unlimited tercatat sekitar 100.000 orang, tapi layanan tersebut mampu mendongkrak konsumsi data.

“Setiap bulan konsumsi data pengguna True Unlimited rata-rata sekitar 27 gigabyte, artinya setiap hari bisa menghabiskan 1 gigabyte. Bahkan ada pengguna yang bisa mencapai 4 gigabyte (per hari),” katanya.

Beberapa pengguna juga diketahui berupaya mengakali ketentuan dari paket ini dengan memindahkan kartu SIM ke perangkat lain seperti mobile WiFI.

Padahal, True Unlimited saat diperkenalkan memiliki keterbatasan yakni hanya berlaku bila digunakan di dalam ponsel, atau tidak boleh menggunakan layanan peer-to-peer semisal torrent.

Salah satu pertimbangan untuk menghentikan paket True Unlimited adalah menghindari penumpukan jaringan akibat beberapa pengguna yang mengonsumsi data secara berlebihan.

Hal itu bisa menyebabkan gangguan pada layanan internet untuk pelanggan lain, setidaknya berupa penurunan kecepatan akses.

“Setelah kami hitung, kebutuhan rata-rata penggunaan internet masyarakat memang 30 GB. Harga Rp 300.000 juga menurut kami cukup terjangkau,” kata dia.

“Kalau tarifnya di bawah itu, bisnis ini nggak akan sustainable. Kami nggak mau ada komoditisasi data. Kalau begitu terus, operator nggak akan punya masa depan,” ia menambahkan.

Roberto memaklumi langkah para operator meluncurkan paket murah berkuota besar menjelang Ramadhan. Strategi itu ia anggap lumrah untuk meningkatkan penetrasi di momen yang tepat.

“Kalau kami ikut, persaingan tarif nggak akan ada ujungnya,” ujarnya.

Dari segi tarif dan kuota yang ditawarkan, Smartfren bisa dibilang kurang kompetitif. Namun, Roberto mengklaim keunggulan Smartfren terletak pada pengalaman pengguna alias user experience.

“Dari pengamatan kami, mayoritas pengguna 4G adalah kelas menengah ke atas. Mereka lebih memilih jaringan yang stabil dan konsisten ketimbang tarif murah,” ia menuturkan.

Roberto menggarisbawahi predikat Smartfren sebagai operator dengan cakupan terluas di Indonesia. Selain itu, Smartfren juga merupakan operator pertama yang menggelar layanan suara berbasis LTE alias “VoLTE”.

Laporan kuartal ketiga 2015 dari OpenSignal menunjukkan, Smartfren berada di posisi ke-32 dunia yang cakupan 4G-nya mencapai 78 persen wilayah Indonesia. Artinya, pengguna tak perlu khawatir kehilangan jaringan 4G saat bepergian ke kota-kota kecil.

Telkomsel berada di peringkat 174 global dengan cakupan jaringan LTE 35 persen. Selanjutnya ada Indosat di posisi 182 dunia dengan cakupan 23 persen, dan XL Axiata di posisi 183 dunia dengan cakupan 19 persen.

Soal kecepatan, XL masih unggul untuk kecepatan download hingga 12 Mbps. Di bawahnya menyusul Telkomsel dengan kecepatan 11 Mbps, Indosat 10 Mbps, dan Smartfren 7 Mbps.

Nama Counter : Catatan - Admin Paket True Unlimited Smartfren 

Kembali

Rek.Bank

Bank Mandiri
139-00-1051208-9

Bank BNI
019-4127-774

Bank BCA
046-1073-408

Bank BRI
0077-01-009130-53-0

Bank Syariah Mandiri
1-777-038-456

Semua an. Dwi Sartika

Kontak Kami

0821-3834-7789
(WhatsApp / Telegram)
0281-640-860
(Telp.Kantor)

 

Email:
admin@voucher-pulsa.net
Google+

Alamat:

UD. MAKMUR MANDIRI
Jln. Pekih No.290 Sokanegara
Purwokerto JAWA TENGAH-53115

Copyright © 2009