Pindahkan Pelanggan dari 2G ke 3G XL Axiata Kembangkan Teknologi Berbasis 900 MHz

PT XL Axiata Tbk (XL) East Region terus mengembangkan layanan telekomunikasi dan data dengan memanfaatkan teknologi mutakhir serta sumber daya frekuensi yang dimiliki yaitu jaringan 3G yang berbasis frekuensi 900 MHz (U900).

Desy Sari Dewi, Vice President XL East Region, menjelaskan sesuai dengan program Indonesia Broadband Plan (IBP) untuk menyediakan layanan internet dan data hingga ke pelosok daerah, implementasi teknologi U900 menjadi alat pendorong perpindahan pelanggan dari 2G ke 3G.

“Sehingga kedepannya dapat memperluas jangkauan layanan internet cepat di berbagai daerah, termasuk wilayah yang selama ini belum mendapatkan layanan internet yang memadai,” terangnya.

“Pelanggan yang menggunakan jaringan 3G kita masih sangat besar dan berkontribusi cukup besar terhadap revenue perusahaan. Karenanya kami juga berkomitmen untuk menanamkan investasi di jaringan berbasis 3G ini disamping terus memperluas penetrasi jaringan berbasis 4G LTE,” ujarnya.

Dia menambahkan dari sisi regulasi, XL telah lolos dalam uji layak operasi dan mengantongi sertifikat kelayakan menggunakan frekuensi 900 MHz untuk tujuan komersil. Dari sisi teknis, XL juga sudah melakukan uji coba menggunakan frekuensi tersebut, baik untuk 3G maupun 4G.

“Dari target lebih dari 3.200 BTS U900 di east region, lebih dari 800 BTS U900 yang sudah on service terutama di kota-kota besar, dan dijadwalkan akan terpasang semua pada Oktober 2016 mendatang. Salah satu yang menjadi target XL dalam implementasi U900 ini adalah meningkatkan pengalaman pelanggan pada layanan internet dan data,” tegasnya.

Sejalan dengan perluasan layanan internet cepat 4G ke berbagai daerah, lanjutnya, implementasi U900 sebagai langkah untuk lebih mempercepat pemerataan jaringan internet cepat di seluruh wilayah yang disesuaikan dengan ketersediaan frekuensi yang dimiliki.

Teknologi U900 bisa digunakan untuk layanan voice, sms, dan internet cepat. Keuntungan penggunaan teknologi U900 ini adalah, bertambahnya sinyal 3G pada area yang sebelumnya hanya tercover 2G sehingga layanan internet menjadi lebih lancar, cepat dan stabil. Sedangkan pada area yang sudah tercover 3G, coverage 3G nya akan menjadi lebih luas dari sebelumnya, kekuatan sinyal (bar) 3G meningkat, dan penetrasi indoor di dalam gedung menjadi lebih kuat, sehingga kapasitas pengguna jaringan juga meningkat

Karena kapasitas menjadi lebih besar, kecepatan internet dan akses data pun meningkat sehingga resiko dropcall atau gagal telpon juga berkurang. Sedangkan untuk area yang sudah tercover jaringan 4G LTE, ketika menelepon (fallback 3G) akan menjadi lebih mudah dan lancar. Teknologi U900 ini berlaku untuk pelanggan yang berada di jaringan XL dan AXIS

 “Seiring dengan terus bertambahnya pelanggan yang beralih dari 2G ke 3G atau 4G, maka semakin longgar jaringan di frekuensi 900 Mhz yang tersisa. Jaringan inilah yang kemudian XL modernisasi untuk dapat dipakai sebagai jaringan 3G juga. Dari total pelanggan XL east region saat ini, lebih dari 50% masih menggunakan jaringan 2G. Sementara itu secara industri, sebanyak 60-70% pelanggan masih menggunakan 2G,” paparnya.

Desy menambahkan, dari sisi regulasi, XL telah lolos dalam Uji Layak Operasi (ULO) dan mengantongi sertifikat kelayakan menggunakan frekuensi 900 MHz untuk tujuan komersil. Secara regulasi, teknologi 900 MHz sudah dinyatakan sebagai teknologi netral untuk implementasi layanan 2G/3G/4G. Sedangkan dari sisi teknis, XL sudah melakukan uji coba menggunakan frekuensi 900MHz ini, baik untuk 3G maupun 4G. Implementasi saat ini juga tidak terlepas dari sudah tersedianya ponsel dengan kemampuan akses layanan 900MHz.

XL sendiri terus mendorong pelanggan agar beralih ke layanan 3G atau 4G yang memiliki kemampuan akses internet dan data lebih baik. Untuk itu, berbagai kemudahan disediakan bagi pelanggan agar bisa mengadopsi layanan internet cepat, baik dengan cara memperluas jaringan 3G dan 4G, maupun melalui program-program lainnya, imbuh Desy.

Dengan implementasi U900 ini nantinya XL East Region menargetkan kenaikan ARPU dari sebelumnya sekitar Rp 68 ribu menjadi Rp 75 ribu-Rp 80 ribu. “Yang lebih penting dari itu, kami ingin memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan,” kata Desy.

Di sisi lain, penyedia content delivery network Akamai kembali merilis laporan State of the Internet untuk kuartal IV 2015. Di dalamnya, perusahaan yang berbasis di Massachusetts, AS ini antara lain menjabarkan perubahan kecepatan internet negara-negara di seluruh dunia.

Indonesia, mengalami kenaikan kecepatan koneksi internet rata-rata sebesar 109 persen atau lebih dari dua kali lipat dibanding kuartal yang sama tahun lalu, menjadi 3,9 Mbps.

Persentase kenaikan tersebut merupakan yang tertinggi untuk negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Di urutan kedua ada Vietnam yang mencatat kenaikan 43 persen.

Meski begitu, rata-rata kecepatan koneksi internet di Indonesia masih berada di bawah rata-rata global yang sebesar 5,6 Mbps.

Indonesia juga mencatat kenaikan kecepatan akses internet maksimal sebanyak 495 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu, menjadi 79,8 Mbps. Capaian itu menempatkan Indonesia di urutan keenam dunia dalam hal kecepatan internal maksimal.

Salah satu pendorong kenaikan kecepatan internet ini yakni gelaran jaringan internet berkecepatan tinggi 4G LTE di Indonesia yang dimulai pada akhir 2014.

Nama Counter : admin Teknologi Berbasis U900 MHz  

Kembali

Rek.Bank

Bank Mandiri
139-00-1051208-9

Bank BNI
019-4127-774

Bank BCA
046-1073-408

Bank BRI
0077-01-009130-53-0

Bank Syariah Mandiri
1-777-038-456

Semua an. Dwi Sartika

Kontak Kami

0821-3834-7789
(WhatsApp / Telegram)
0281-640-860
(Telp.Kantor)

 

Email:
admin@voucher-pulsa.net
Google+

Alamat:

UD. MAKMUR MANDIRI
Jln. Pekih No.290 Sokanegara
Purwokerto JAWA TENGAH-53115

Copyright © 2009