Internet of Things Bisnis Potensial Masa Depan Telkom

Perkembangan Internet of Things (IoT) yang semakin gurih ternyata memikat Telkom. Operator pelat merah ini pun mulai memikirkan strategi untuk merengkuh potensi besar di pasar tersebut.

Direktur Digital and Strategic Portfolio Telkom Indra Utoyo mengatakan, penerapan IoT diprediksi bakal menjadi tren di masa depan. Perkembangan IoT akan menjadi sebuah peluang bisnis yang besar bagi Telkom Group sebagai digital company terbesar di Tanah Air.

Oleh karena itu, Telkom Group ingin lebih serius menggarap peluang bisnis IoT dengan menyinergikan beberapa anak perusahaan BUMN di bidang telekomunikasi ini. Tentu saja, sebagai induk usaha, Telkom juga terus memperkuat jaringan kabel serat optik (fiber optic) untuk mendukung ketersediaan akses internet super cepat di seluruh Tanah Air.

“Telkom Group ingin menggarap bisnis IoT melalui sinergi antara Telkomsel sebagai penyedia jaringan internet terluas (connectivity) dengan PT PINS Indonesia sebagai penyedia device, platform dan manage service,” ujar Direktur Digital and Strategic Portfolio PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) Indra Utoyo yang turut didampingi Direktur Utama PINS Indonesia Prasabri Pesti, di Jakarta.

Internet of Things adalah terhubungnya berbagai perangkat (hardware dan software) melalui internet. Perangkat yang terhubung dengan internet tidak hanya komputer, laptop, smartphone, tapi juga kendaraan bermotor (mobil atau motor), kulkas, mesin cuci, microwave, pendingan ruangan (AC), pintu rumah, pagar rumah, dan lain-lain.

Bahkan berbagai layanan jasa kini telah menggunakan aplikasi yang tersambung dengan internet, seperti layanan taksi, ojek, tukang pijat, hingga belanja berbagai kebutuhan barang.

Pernyataan Indra ini didukung oleh data IDC yang menyebut potensi pasar IoT di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, sangat besar. Pada tahun 2015, tercatat sebanyak 3,1 miliar perangkat di wilayah Asia Pasifik telah terhubung dengan internet.

Angka ini dipastikan akan mengalami peningkatan. Diperkirakan, di tahun 2020, akan ada 8,6 miliar perangkat yang terhubung ke internet. Pasar IoT juga diperkirakan IDC akan mengalami pertumbuhan signifikan dari USD250 miliar menjadi USD583 miliar dalam kurun waktu 5 tahu, yaitu dari 2015 sampai 2020.

Indra Utoyo mengakui, IoT di Indonesia saat ini masih dalam tahap awal. Oleh karena itu, perkembangannya ke depan masih membutuhkan edukasi. Dengan berbekal jaringan data terluas di Indonesia, Telkom Group ingin menggarap peluang bisnis IoT ini.

Bukti keseriusan Telkom menggarap potensi bisnis Internet of Things ini antara lain adalah komitmen untuk menyediakan akses internet supercepat di seluruh Nusantara, baik dengan membangun jaringan kabel serat optik maupun jaringan seluler melalui anak usahanya, PT Telkomsel.

Selain itu, Telkom juga telah mempersiapkan Living Lab Smart City Nusantara. Ini dalam rangka mewujudkan percepatan implementasi teknologi informasi (Smart City) bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia demi menghadirkan pemerintahan yang cerdas, seperti Smart Government, Smart Education, Smart Healthcare, Smart Security, Smart Transportation, Smart Environment dan Smart Citizen.

Sedangkan PT Telkomsel, selain menyiapkan akses internet seluler supercepat di seluruh Tanah Air, juga akan menyinergikan produk Internet of Things-nya. Salah satu produk Telkomsel yang akan disinergikan adalah T-Drive.

Itu adalah sebuah perangkat on board device (OBD) yang terpasang di kendaraan bermotor yang berfungsi sebagai indikator kecepatan, temperatur, dan tangki bahan bakar yang dapat dimonitor secara jarak jauh.

Telkom juga berkomitmen untuk menggarap serius bisnis IoT dengan menyinergikan beberapa anak usaha di bidang telekomunikasi.

“Kami ingin menggarap bisnis IoT melalui sinergi antara Telkomsel dan PT PINS Indonesia sebagai penyedia device, platform, dan manage service,” Ujarnya

Sementara itu, PT PINS Indonesia akan fokus pada pendistribusian dan pengelolaan produk IoT di Telkom Group. Sejauh ini, perusahaan telah mempersiapkan diri untuk mengembangkan komponen IoT, seperti platform hardware dan software, gateway, sensor pendukung, dan end point service.

Beberapa perusahaan lokal maupun global juga telah mulai serius untuk melakukan bisnis di ranah ini. Salah satunya adalah Qualcomm yang mengutarakan hal ini pada ajang Computex 2016 lalu.

Selain Qualcomm, Ericsson juga merambah ranah ini dengan menawarkan IOT Accelerator, yang menggabungkan platform dengan fitur layanan miliknya dan martketplace. Platform ini dilengkapi sejumlah fitur terkait dengan pengelolaan data, jaringan dan perangkat.

Sementara itu, di kalangan penyedia layanan komunikasi seluler, XL juga telah memanfatkan teknologi IoT untuk pengembangan Smart City.

Nama Counter : Admin Internet of Things Telkom 

Kembali

Rek.Bank

Bank Mandiri
139-00-1051208-9

Bank BNI
019-4127-774

Bank BCA
046-1073-408

Bank BRI
0077-01-009130-53-0

Bank Syariah Mandiri
1-777-038-456

Semua an. Dwi Sartika

Kontak Kami

0821-3834-7789
(WhatsApp / Telegram)
0281-640-860
(Telp.Kantor)

 

Email:
admin@voucher-pulsa.net
Google+

Alamat:

UD. MAKMUR MANDIRI
Jln. Pekih No.290 Sokanegara
Purwokerto JAWA TENGAH-53115

Copyright © 2009