voucher pulsa murah elektrik

Home | Harga Pulsa | Daftar Dealer | Cara Transaksi | Deposit | Tanya Jawab | Hub Kami | Testimoni | Artikel


Shalat Subuh Adalah Kekuatan, Kekuatan Dari Yang Maha Kuat


sholat SubuhNegeri ini hanya akan bisa bangkit di tangan orang-orang kuat, yang punya energi subuh. Peringatan itu benar-benar terjadi. Kini tentang generasi belakangan yang jelek dan menyia-nyiakan shalat. Para nabi dan Rasul dulu telah mengajarkan kepada keluarga mereka, umat mereka, betapa mereka harus mendirikan shalat.

Dan ceritakan (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Qur’an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi. Dan ia menyuruh ahlinya untuk shalat dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya. Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Qur’an.

Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi. Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi ni'mat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang- orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih.

Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan, (QS Maryam: 54-59).

Ya. Generasi pengganti yang tidak baik itu kini berhamburan di banyak negeri kita ini. Generasi yang menyia-nyiakan shalat. Bila mereka meninggalkan shalat dan tidak mengerjakannya dengan keyakinan bahwa shalat itu tidak wajib, maka mereka telah kufur.

Bila meninggalkan shalat karena malas, mereka adalah orang-orang yang fasiq. Sementara ada lagi yang menyia-nyiakan dalam bentuk berlambat-lambat mengulur waktu pelaksanaanya.

Diantara shalat lima waktu, shalat subuh punya keistimewaan sendiri. Shalat itu dilakukan pada awal perlawanan harian kita melawan diri sendiri, yaitu melawan kantuk dan malas. Sedang shalat-shalat lainnya dilakukan pada saat kita terjaga (tidak tidur), kecuali bagi mereka yang seluruh harinya digunakan untuk tidur.

Shalat subuh adalah kekuatan. Kekuatan yang hanya bisa didapatkan oleh orang-orang yang kuat. Kita bisa menjadi benar-benar kuat bila mengambil sumber kekuatan dari Yang Maha Kuat.

Shalat subuh adalah perlawanan. Perlawanan yang hanya bisa dimenangkan oleh orang-orang yang kuat ketika syetan memperlakukan telinga-telinga manusia menjadi toiletnya, orang-orang lemah terlelap kembali. Dan pagi berlalu tanpa mengambil energi kekuatan sementara orang-orang kuat bersegera bangkit dengan semangatnya melawan tipu daya syetan.

Saat syetan mengikat tiga ikatan, orang-orang mukmin yang kuat melawannya dengan mengurai ikatan itu satu demi satu. Dengan bangun lalu berdoa, ikatan pertama terlepas. Dengan berwudhu ikatan kedua lepas. Dengan shalat, ikatan ketiga pun lepas.

Hanya orang-orang kuat saja yang mampu shalat subuh dalam suasana hening dan penuh pengharapan, agar amalannya dilaporkan oleh malaikat pada Allah. Tentunya Allah Maha Tahu apa yang diperbuat oleh para hambaNya.

Sumber kekuatan itu dimulai dari sini. Di subuh hari itulah persiapan untuk menghadapi hari dalam kehidupan ini kita mulai. Maka setiap hari kita perlu kekuatan baru, kesegaran baru, semangat baru untuk mengawali segala tantangan yang baru. Sumber kekuatan harian itu dimulai dari sini, di subuh itu.

Perlawanan terbesar dalam hidup dimulai dari sini. Dari perlawanan kita terhadap diri sendiri di subuh yang dingin dan menenggelamkan. Setelah itu segalanya menjadi ringan. Semakin banyak orang yang malas shalat subuh, semakin banyak pula orang-orang yang lemah. Semakin sedikit orang yang mau shalat subuh tepat waktu, semakin sedikit pula orang-orang yang kuat.

Maka bila suatu negeri yang kaya raya ternyata terus terpuruk, jatuh dan tenggelam dalam kesulitan demi kesulitaan, itu hanya gambaran penduduknya betapa penduduknya kebanyakan adalah orang- orang yang lemah. Terlalu banyak orang yang tidak jujur. Terlalu banyak orang-orang munafik. Negara ditipu, Rakyat dikhianati.

Apa kaitannya dengan shalat subuh? Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya orang- orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. ”(QS. An Nisa’ : 142).

Lalu Rasulullah menegaskan, shalat yang paling berat bagi orang-orang munafiq adalah Shalat isya’ dan shalat subuh. Tak berlebihan di negeri kita yang kaya raya ini, terlalu banyak permasalahan yang terus terjadi.

Sebab yang menghadapi masalah kebanyakan adalah orang-orang lemah. Terlalu banyak orang Islam yang malas shalat, terlalu banyak orang-orang yang berlambat-lambat menunaikan shalat subuh. Bahkan terlalu banyak secara sengaja untuk tidak melakukannya.

Padahal suatu hari Rasulullah ditanya oleh seorang sahabat, “Amal apa yang mulia?” Beliau menjawab pertama kali dengan mengatakan “shalat tepat waktunya. ” Sebuah perjuangan harus kita mulai di sini.

Di subuh ini. Bila lagi dan lagi subuh kita terlambat, kita hanya akan melengkapi deretan generasi belakangan yang lemah dan menyia-nyiakan shalat. “ Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya." (QS. An-Nahl: 1)

Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi! Apakah kita mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dilahirkan, atau memetik buah-buahan sebelum masak? Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan dapat diraba, beium berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna.

Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan bencana-bencana yang bakal ada di dalamnya?

Bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari esok kita itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan? Yang jelas, hari esok masih ada dalam alam gaib dan belum turun ke bumi.

Maka, tidak sepantasnya kita menyeberangi sebuah jembatan sebelum sampai di atasnya. Sebab, siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau tidak pada jembatan itu. Bisa jadi kita akan terhenti jalan kita sebelum sampai ke jembatan itu, atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa arus terlebih dahulu sebelum kita sampai di atasnya.

Dan bisa jadi pula, kita akan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyeberanginya. Dalam syariat, memberi kesempatan kepada pikiran untuk membuka-buka alam gaib, dan kemudian terhanyut dalam kecemasan- kecemasan yang baru di duga darinya, adalah sesuatu yang tidak dibenarkan.

Pasalnya, hal itu termasuk thulul amal (angan-angan yang terlalu jauh). Secara nalar, tindakan itu pun tak masuk akal, karena sama halnya dengan berusaha perang melawan bayang-bayang. Namun ironis, kebanyakan manusia di dunia ini justru banyak yang termakan oleh ramalan-ramalan tentang kelaparan, kemiskinan, wabah penyakit yang kabarnya akan menimpa mereka.

Padahal, semua itu hanyalah bagian dari kurikulum yang diajarkan di ''sekolah-sekolah setan". “Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir), sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia.” (QS. Al-Baqarah: 268)

Mereka yang menangis sedih menatap masa depan adalah yang menyangka diri mereka akan hidup kelaparan, menderita sakit selama setahun, dan memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun lagi.

Padahal, orang yang sadar bahwa usia hidupnya berada di 'genggaman yang lain' tentu tidak akan menggadaikannya untuk sesuatu yang tidak ada. Dan orang yang tidak tahu kapan akan mati, tentu salah besar bila justru menyibukkan diri dengan sesuatu yang belum ada dan tak berwujud.

Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya. Jangan pernah menanyakan kabar beritanya, dan jangan pula pernah menanti serangan petakanya. Sebab, hari ini Anda sudah sangat sibuk.

sholat SubuhJika Anda heran, maka lebih mengherankan lagi orang-orang yang berani menebus kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit di dalamnya dengan bersedih pada hari ini. Oleh karena itu, hindarilah angan- angan yang berlebihan.

Sumber : Abd Salam, A.Md. Jl. Dr. Soeparno No. 43. Purwokerto Utara
Posting : 18-12-2012 jam :5:51  

 


Kembali

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung” [QS ali ‘Imraan : 104]

"Katakanlah, akankah Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi amal perbuatannya?" Yaitu orang-orang yang telah sesat amal perbuatannya di dunia ini, tetapi mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya." (QS al-Kahfi:103-104)